Beranda › Kalkulator Tarif per Jam

Kalkulator Tarif Freelance: Hitung Tarif per Jam yang Pantas

Mulai dari berapa yang kamu butuhkan, baru hitung mundur ke tarifnya, bukan asal pasang angka yang rasanya pantas. Tarif ini harus bisa mencapai target pendapatanmu setelah dikurangi biaya, waktu libur, dan jam kerja yang tidak bisa ditagih. Isi kolom-kolomnya dan kalkulator akan menghitung sisanya.

Tarif per jam yang kamu targetkan
Tarif harian (× 8h)
Jam tertagih / tahun
Pendapatan yang kamu perlukan / tahun
Utilisasi efektif

Cara kerja hitungan tarif freelance

Hitungannya sederhana begitu kamu terima bahwa tidak semua jam kerja bisa ditagih. Kalkulator ini melakukan tiga hal:

  1. Pendapatan yang dibutuhkan = target pendapatan + biaya usaha, ditambah buffer keuntunganmu. Kalau kamu isi persentase pajak, angka ini di-gross up supaya tarifnya juga menutup pajak. Ini bukan nasihat pajak, untuk aturan PPh yang berlaku cek www.pajak.go.id.
  2. Jam tertagih per tahun = (52 − minggu libur) × jam tertagih per minggu.
  3. Tarif per jam = pendapatan yang dibutuhkan ÷ jam tertagih per tahun.

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap satu minggu kerja itu 40 jam tertagih. Panggilan klien, admin, invoice, belajar hal baru, dan promosi diri memakan porsi besar dari minggu kerjamu, jadi kebanyakan freelancer penuh waktu hanya menagih sekitar 20 sampai 30 jam. Kalau kamu memasukkan angka 40, tarifmu akan jadi terlalu rendah dan kamu akan bekerja dengan bayaran lebih kecil dari yang kamu kira.

Kenapa buffer keuntungan itu penting

Pendapatan freelance itu naik turun. Klien menunda proyek, pengerjaan meleset dari jadwal, dan ada invoice yang dibayar telat. Tarif tanpa buffer hanya bisa jalan kalau setahun itu berjalan sempurna. Buffer 10 sampai 20% membuat kamu tetap mencapai target di tahun yang normal, dan memberi kamu bantalan di bulan yang sepi supaya kamu tidak tergoda menurunkan harga karena takut kehilangan klien.

Tarif per jam, tarif harian, atau harga proyek

Alat ini memberi kamu tarif per jam dan per hari yang bisa kamu pertahankan. Banyak freelancer menyimpan angka ini sebagai batas bawah internal dan tetap menawarkan klien harga proyek tetap, supaya klien membayar untuk hasil kerja, bukan untuk jam di lembar waktu. Susun penawaran seperti itu dengan penyusun penawaran proyek, dan sisihkan jumlah pajak yang tepat dengan kalkulator sisihkan pajak.

Rekomendasi

Catat kemana jam kerjamu habis selama beberapa minggu. Kebanyakan orang sadar mereka menagih lebih sedikit jam dari yang mereka kira. Lihat rekomendasi alat pencatat waktu kami →

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jam tertagih yang sebaiknya saya asumsikan?

Kebanyakan freelancer penuh waktu menagih 20–30 jam per minggu. Sisa waktunya habis untuk admin, cari klien, dan pekerjaan yang tidak dibayar. Mulai dari 25 jam, lalu sesuaikan setelah kamu mencatat beberapa minggu kerja klien.

Target pendapatan saya sebaiknya sebelum atau sesudah pajak?

Isi dengan jumlah sebelum pajak penghasilan pribadi (PPh 21, PPh 23, atau PPh Final 0,5% kalau kamu terdaftar sebagai UMKM). Setelah itu, kamu bisa pakai kolom "gross up untuk pajak" di sini, atau sisihkan pajak per invoice dengan kalkulator sisihkan pajak. Ini catatan umum, bukan nasihat pajak, cek aturan resminya di www.pajak.go.id.

Apakah tarif ini harus saya pakai untuk semua klien?

Anggap ini sebagai batas bawahmu. Kamu bisa mengenakan harga lebih tinggi untuk pekerjaan mendesak, keahlian khusus, atau hasil bernilai tinggi, tapi sebaiknya jarang sekali turun di bawah angka ini.